Selamat Datang Di Blog Saya
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Maret 2020

Cara penyelenggaraan jenazah


Setiap manusia pasti akan mati, tak ada yang abadi di dunia ini, dan kewajiban bagi manusia yang hidup adalah mengurusi mayat tersebut.

Dalam Islam hukum menyelenggarakan jenazah yakni fardhu kifayah, yaitu cukup dikerjakan oleh sebagian orang saja tetapi apabila sampai terlantar tidak ada seorangpun yang merawat atau mengurus nya atau menyelenggarakannya maka semua orang Islam akan berdosa.

Adapun kewajiban dalam menyelenggarakan jenazah orang Islam itu ada 4 :
1. Memandikan
2. Mengkafani ( membungkus)
3. Mensholatkan
4. Mengubur

CARA MEMANDIKAN MAYIT 

Mayit yang dimandikan, yaitu: 

1. Mayit orang Islam laki-laki / perempuan.  
2. Tidak mati syahid, mati dalam peperangan karena melibatkan agama Allah Ta'ala.  
3. Tubuhnya ada meskipun tidak keseluruhan, ya'ni hanya sebagian.  

Adapun cara memandikannya adalah sebagai berikut: 

a) Menyediakan segala keperluan untuk memandikan.  
b) Menyediakan air muthlaq secukupnya.  Yang disebut air muthlaq yaitu air suci yang bisa mensucikan misalnya: Air sungai yang mengalir, air sumur, air hujan, ledeng udara dan air sumber
c) Tempat untuk memandikan,  hendaknya ditempatkannya di tempat yang sunyi dan tertutup.  
d) Hendaklah badan dan aurotnya supaya ditutup selama dimandikan.
 e) Mempersiapkan air secukupnya, sabun dan wangi-wangian serta air kapur barus.  
f) Hendaklah menyediakan sarung tangan satu atau dua setel, handuk atau kain, kain basahan dan lainnya yang dibutuhkan. 
 g) Hendaklah di tempat memandikan atau di sekitarnya meminta diberi wangi-wangian minyak atau bakaran untuk menghindari bau yang tidak enak. 
 h) Hendaklah memandikan dengan bilangan ganjil, yaitu 3, 5, 7, 9 atau lebih.  
i) hendaklah semua najis dan semua kotoran yang ada di tubuh mayit agar dibersihkan yang sebersih mungkin dengan hati-hati dan lembut, maka sebaiknya pakai sarung tangan.  
j) Memijit atau menekan perut mayit secara perlahan Dan hati-hati. Bersihkanlah mulut, gigi dan hidungnya serta seluruh badannya dan bersihkan pula kuku kaki dan kuku tangan dengan menggunakan tangkai daun sirih atau tangkai daun ketela pohon.
 K) Hendaklalı menyiramkan air untuk  anggota badan sebelah kanan sambil berniat dalam hati untuk memandikan mayit, kemudian menyiram pada anggauta badan sebelah kiri selanjutnya mendapatkanlah dibersihkan dengan sabun atau daun bidara yang terakhir haruslah disiram dengan air kapur barus dan wangi-wangian.  Berikut lafadh niat memandikan adalah sebagai berikut:

 NAWAITU GHUSLAN LI HAADZAL MAYYITI / LI HAADZHIHIL MAYYITATI LILLAAHI TA'ALA.  Artinya: "Aku berniat memandikan mayit ini laki-laki / perempuan karena Allah Ta'ala".

1) Jika yang dimandikan mayit perempuan, maka rambut-nya diambil dijalin dan dikepang menjadi 3 bagian sewaktu dimandikan.  Dan diurai lagi rambutnya Sewakru dikeramasi.  
2) Setelah selesai dimandikan secara sempurna, kemudian supaya diwudhukan.  Adapun lafadh niat  mewudlukan adalah sebagai berikut:

NAWAITUL WUDLUU-'A LI HAADZAL MAYYITI / LIHAADZIHIL MAYYITATI LILLAAHI TA'ALA.  Artinya: "Aku bemiat mewudlukan mayit ini laki-laki / perempuan karena Allah Ta'ala. 

3) Bila dimandikan mayit laki-laki, maka yang memandikan harus orang laki-laki. Dan sebaliknya, jika yang dimandikan itu mayit perempuan, harus dimandikan oleh  orang perempuan. 

diperbolehkankan suami / istri ikut memandikan jenazah almarhum suaminya/istrinya masing- masing.

Selanjutnya setelah selesai memandikan dan mewudhukan dengan sempurna supaya dikeringkan badannya dengan kain handuk kemudian dikafani atau dibungkus.

Cara mengkafani mayit

Untuk mengkafani jenazah laki-laki disiapkan tiga lembar kain putih dengan rincian sebagai berikut:

1. Bagian terdalam yaitu kain lepas penutup pusar sampai lutut
2. Kain baju yang menutup bahu sampai separuh paha, lebih utama lagi sampai separuh betis, sebagai lapisan kedua
3. Lapisan terakhir adalah kain penutup seluruh bagian badan

Bagi jenazah perempuan sebaiknya lima lembar kain dengan detail sebagai berikut:

1. Lapisan terdalam yaitu kain basahan yang menutup bagian antara pusar sampai lutut
2. Lapisan kedua meliputi kain kerudung dan baju kurung, yaitu kain yang menutup bahu sampai kaki. Batas minimalnya sampai paha
3. Lapisan terakhir adalah tiga lembar kain sebagai pembungkus yang menutup seluruh badan

caranya mengkafani jenazah laki-laki adalah membungkus jasadnya dengan menggunakan tiga lembar kain putih tadi.

Masing-masing kain tersebut diukur agar cukup lebar dengan panjang sesuai panjang tubuh si mayat dan dengan lebar yang sekiranya bisa membungkus seluruh tubuhnya.

Di sisi lain, makruh hukumnya menggunakan kain selain warna putih untuk mengafani jenazah, sebagaimana juga dimakruhkan menggunakan semacam terusan gamis dan menutup kepalanya dengan semacam surban.

Sedangkan jika jenazahnya perempuan, maka disunahkan mengkafaninya dengan menggunakan lima lembar kain putih yang disebutkan di atas.

Bagian dalaman berfungsi menutupi bagian pusar hingga anggota paling bawah, khimar atau tudung yang menutupi bagian kepala, gamis yang menutupi bagian atas hingga di bawahnya sarung, dan lembar kain yang bisa membungkus seluruh jasad mayat.

Cara mengkafani jenazah di atas adalah untuk mayat yang meninggal dalam keadaan normal dan tidak sedang berihram. Jika laki-laki atau perempuan meninggal ketika berihram, maka bagi mayat laki-laki wajib dibuka kepalanya, dan bagi mayat perempuan, wajib dibuka wajahnya.

Langkah terakhir, sebaiknya disiapkan juga kapuk kapas dan lima lembar kain putih. Kapuk kapas ini berfungsi untuk menutup lubang-lubang pada bagian tubuh yang terlebih dahulu diberi kapur barus sebelum dibungkus kafan.

Setelah dikafani, bagian anggota-anggota sujud diikat dengan kain-kain yang disiapkan tadi, yang nantinya dilepas ketika diletakkan di kuburan.

Cara mensholatkan mayit

A. POSI IMAM DALAM JHALAT JANAZAH Apabila yang disholatkan itu mayit laki - laki , maka posisi imam berdiri searah ( lurus ) dengan arah kepala atau searah dengan dada ke atas . Sebagaimana gambar di bawah ini :

Adapun apabila yang disholatkan itu mayit perempuan maka posisi imam berdiri searah ( lurus ) dengan lambung atau pertengahan mayit .

B . TEMPAT DAN CARA MENGATUR BARISAN Mengenai tempat untuk mengerjakan sholat janazah , utamanya adalah di masjid , tetapi boleh juga dikerjakan di tempat lain asalkan suci dari najis . Adapun dalam mengatur barisan , hendaklah dibuat ganjil ya ' ni lima , tujuh , sembilan dan seterusnya . 

Bagi orang perempuan diperbolehkan mengikuti sholat berjama ' ah bersama - sama orang laki - laki atau bergantian . 

C . SYARAT - SYARAT SHALAT JANAZAH 

1) Syarat - syaratnya sama dengan syaratnya sholat lima waktu , yaitu : Harus suci badannya , pakaiannya dan tempatnya dari najis . Suci dari hadats besar ( perkara yang mewajibkan mandi ) dan suci dari hadars kecil ( perkara yang mewajibkan wudlu ' ) , menghadap kiblat dan menutup aurot . 
2 ) Mayitnya sudah dimandikan , diwudlu ' kan dan dikafani . 
3 ) Mayit di arah kiblat orang yang mensholatinya . 

D . RUKUN - RUKUN SHALAT JANAZAH 
1) Niat ( dalam hati ) untuk mensholatkan janazah 
2 ) Berdiri 
3 ) Takbir empat kali 
4 ) Membaca surat Al - Fatihah 
5 ) Membaca sholawat atas Nabi Muhammad s . a . w . 
6 ) Membaca do ' a untuk mayit 
7 ) Membaca salam

E . TATA - CARA MENGERJAKAN SHALAT JANAZAH

1. Takbir Pertama . 
Dalam takbir yang pertama mengangkat kedua tang beserta niat dalam hati sambil membaca Takbirotul Ihrom 

ALLAAHU AKBARU
 ( Allah Maha Besar ) . 

Lafadh niatnya sholat janazah laki - laki secara berjama ' ah :  USHOLLI ' ALAA HAADZAL MAYYITI ARBA ' A TAKBIIROOTIN FARDLOL KIFAAYATI IMAAMAN / MA ' MUUMAN LILLAAHI TA ' AALA ALLAAHU AKBARU . 

Artinya : " Aku berniat mensholati mayit ini dengan empat kali takbir fardlu kifayah jadi imam / ma ' mum karena Allah Ta ' ala . ALLAAHU AKBAR " . 

Inilah lafadh niatnya untuk mayit perempuan :
USHOLLI ' ALAA HAADZIHIL MAYYITATI ARBA ' A TAKBIIROOTIN FARDLOL KIFAAYATI IMAAMAN / MA ' MUUMAN LILLAAHI TA ' AALAA . ALLAAHU AKBARU . 
Artinya : " Aku berniat mensholati mayit ini dengan empat kali takbir fadlu kifayah jadi imam ma ' mum karena Allah Ta ' ala . ALLAAHU AKBAR " . 

Selanjutnya membaca Ta ' awwudz : 
A ' UUDZU BILLAAHI MINASY SYAITHOONIR ROJIIMI . 
Artinya : " Saya berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk " . 

Kemudian dilanjutkan membaca surat Al Fatihah . 

2 . Takbir kedua . 
Dalam takbir yang kedua mengangkat kedua tangan sambil membaca : " ALLAAHU AKBAR " ( Allah Maha Besar ) , 

kemudian dilanjutkan membaca do ' a sholawat atas Nabi :
ALLAAHUMMA SHOLLI ' ALAA SYYIDINAA MUHAMMADIN WA ' ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMADIN . 
Artinya : " Wahai Allah limpahkanlah rohmat atas junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarga beliau " . 

3 . Takbir Ketiga . 
Dalam takbir yang ketiga mengangkat kedua tangan sambil membaca : " ALLAAHU AKBAR " ( Allah Maha Besar ) 

kemudian membaca do ' a untuk si mayit sebagai berikut : 
ALLAAHUMMAGHFIR LAHU WARHAMHU WA ' AAFIHI WA ' FU ' ANHU WA AKRIM NUZULAHU WA WASSI MADKHOLAHU . 
Artinya : " Wahai Allah ampunilah dia , kasihanilah dia , sejahtera kanlah dia serta ma ' afkanlah kesalahannya , mulyakanlah kedatangannya dan luaskanlah tempat istirahatnya " . 

4 . Takbir Keempat . 
Dalam takbir yang keempat mengangkat kedua tangan sambil membaca : " ALLAAHU AKBAR " ( Allah Maha Besar ) 

 kemudian membaca do ' a untuk dirinya dan untuk si mayit 
ALLAAHUMMA LAA TAHRIMNAA AJROHU WALAA TAFTINNA BA ' DAHU WAGHFIR LANAA WA LAHU . 
Artinya : " Wahai Allah , janganlah Engkau halangi kami dari pahalanya dan janganlah Engkau jadikan fitnah sepeninggalnya serta ampunilah kami dan dia " . 

Setelah selesai membaca do ' a tersebut lalu membaca salam sambil memalingkan wajah ke kanan dan ke kiri sambil membaca : 
AS SALAAMU ' ALAIKUM WA ROHMATULLAAHI WA BAROKAATUHU . 
Artinya : " Mudah - mudahan keselamatan itu tetap diberikan kepada kalian beserta rohmat dan berkah Allah " .

Keterangan : Bacaan do ' a - do ' a di atas adalah untuk mayit laki - laki jika untuk mayit perempuan , maka bacaan ( lafadh ) " Hu " diganti dengan " Ha, lahu diganti dengan laha dan lafadh " Wa ' Aafihi diganti " Wa ' Aafihaa 

F . CARA MENGERJAKAN SHALAT JANAZAH ANAK - ANAK 

Cara mengerjakan sholat untuk janazah anak kecil , adalah sama dengan sholat janazah dewasa baik gerakan maupun bacaan dalam sholat , hanya berbeda pada bacaan do ' a pada takbir yang ketiga , yaitu membaca do ' a seperti di bawah ini : 

 ALLAAHUMMAJ ' ALHU FAROTHON LI ABAWAIHI WA SALAFAN WA DZUKHRON WA ' IDHOTAN WA ' TIBAARON WA SYAFII'AN WA TSAQQIL MAWAAZINAHUMAA WA AFRIGHISH SHOBRO ' ALAA QULUUBIHIMAA WA LAA TAFTIN HUMAA BA ' DAHU TAA TAHRIMNAA AJROHU .

 Artinya : Wahai Allah , jadikanlah dia sebagai tabungan bagi kedua orang tuanya , sebagai titipan , kebajikan yang didahulukan , sebagai mau ' idloh dan contoh yang nyata serta syafa ' at bagi kedua orang tuanya . Dan beratkanlah timbangan amal kedua orang tuanya , berilah kesabaran dalam hati kedua ibu bapanya dan janganlah Engkau jadikan fitnah bagi kedua ibu bapanya sepeninggalnya serta janganlah menghalangi kami dari pahalanya " .

Cara menguburkan mayit

A . LIANG KUBUR
 Dalam pembuatan liang kubur ini ada dua cara , yaitu 
1 . Dengan cara yang disebut cempuren , ya ' ni tempat mayit berada di tengah - tengah liang kubur .

2. Dengan cara yang disebut liang lahat ( liang landak ) , yaitu tempat mayit berada di luar dinding liang kubur secukupnya mayit itu miring atau secukupnya orang memasukkan mayit ke dalam liang lahat tersebut tidak mengalami kesulitan .

Jika tanah yang digali itu ternyata berair atau mudah longsor , atau mayitnya hancur ataupun terpotong - potong , maka diperbolehkan menggunakan peti , adapun posisinya tetap miring dan menghadap kiblat dan diberi bantalan tanah . Sedangkan ukuran panjang lebarnya kubur serta dalamnya adalah sebagai berikut : 
a . Panjangnya liang kubur adalah menurut panjangnya mayit yang akan dikubur ditambah satu jengkal . 
b . Dalamnya liang kubur kurang lebih 150 cm atau lebih sempurnanya 200 cm ( dua meter ) . Lebarnya kurang lebih 80 cm .

B . CARA MEMASUKKAN MAYIT KE DALAM KUBUR 

a . Hendaklah jenazah dimasukkan dari arah kakinya . 

b . Hendaklah jenazah posisinya miring dan membujur ke utara serta wajahnya menghadap kiblat dengan diberi ganjal tanah , agar tidak terbalik . Memasukkan mayit tersebut membaca : 

بسم الله وعلى ملة رسول الله . 
BISMILLAAHI WA ' ALAA MILLATI RASUULILLAAHI . 

Artinya : " Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah s . a . w . 

c . Melepaskan tali pengikat kafan , kemudian pipinya yang sebelah kanan ditempelkan ke tanah , kemudian ditutup dengan papan atau bambu , selanjutnya ditimbuni tanah sampai setinggi sejengkal dari permukaan tanah . Sunnah sebelum ditimbuni tanah dimasukkan tiga genggam tanah ke dalam liang kubur di sekitar kepala . Setelah itu diberi tanda dengan dua batu nisan untuk memper mudah bagi keluarga untuk berziarah kuburnya . Untuk jenazah perempuan ketika memasukkan ke dalam liang kubur hendaklah ditutup dengan kain dan bagi orang ikut memasukkan jenazah ke dalam kubur , yang berada di dalam kubur hendaklah orang yang pada malam hari sebelumnya tidak bersetubuh dengan istrinya .

C . TALQIN DI ATAS KUBUR 

Sebenarnya talqin di atas kubur ini juga ditujukan untuk menasehati orang - orang yang turut mengantarkan jenazah yang telah dikuburkan , agar lebih meningkatkan amal perbuatan yang banyak mengandung pahala untuk mem persiapkan bekal dalam menghadapi kehidupan yang panjang , ya ' ni kehidupan di alam akhirat nanti sebelum kematian menjemput kita sekalian , sehingga pada saat kematian menjemput kita , telah sempurna persiapan bekal yang kita bawa kembali kepada Allah tanpa menyesal sedikitpun , karena jauh sebelumnya sudah kita persiapkan melalui contoh yang baru kita saksikan atas kematian si Fulan ini . 

-------------
Sumber 
Risalah tuntunan merawat jenazah oleh ust labib mz 1994 terbit terang Surabaya

https://www.google.com/amp/s/amp.tirto.id/tata-cara-mengkafani-jenazah-laki-laki-dan-perempuan-dalam-islam-ewS7

Selasa, 18 Februari 2020

Blue Film


Film porno adalah film yang dikategorikan mengandung unsur yang mengeksploitasi hubungan seksual dan aurat manusia. Film porno disebut juga dengan film biru (blue film).

untuk istilah Blue Film dalam penyebutan film porno sendiri, asal usulnya ada banyak versi. Ada yang mengatakan bahwa penyebutan blue film itu dikarenakan gulungan film hitam dan putih yang biasanya digunakan film Hollywood berubah warna menjadi warna biru jika disimpan terlalu lama. Gulungan ini biasanya dibuang, dan di sinilah pembuat film porno bisa membeli gulungan itu dengan harga murah.

Versi lain ada yang mengatakan bahwa pemilik toko zaman dulu menjual kaset VCD porno dengan bungkus berwarna biru. Lalu ada juga yang menyebut bahwa istilah blue film ini muncul dari Perancis karena saat itu PSK yang bekerja dalam industri film porno membuat perjanjian yang ditulis di atas kertas berwarna biru.

Diindonesia khusus nya dikalangan remaja istilah film porno dikenal dengan bokep, bokep itu bahasa gaul remaja, sama seperti kata gaul lainnya,

kalau ada 1 kata yg lebih dari 3 huruf diambil 3 huruf paling depan, kemudian antara huruf 1 & 2 disisipi 'ok', misal : gila = g-ok-il = gokil, bapak = b-ok-ap = bokap

Kalau bokep asal katanya dari be'ep (BF = Blue Film), di sini 2 huruf vokal berurutan dijadikan 1 sehingga tinggal menjadi bep, b-ok-ep = bokep.

Sedangkan di Jepang film porno disebut dengan JAV ( Japan Adult Video) Japanese Adult Video lebih mempunyai kualitas terdepan dalam bidangnya. Mulai dari segi cerita, alur, latar, dan tokoh, dipikirkan matang-matang. Sehingga menciptakan pengalaman menonton yang mumpuni. Karenanya orang-orang lebih mengenal produksi ‘blue film’ dari Negeri Bunga Sakura daripada yang lain.

Di Indonesia sendiri, nama JAV sangat terkenal. Hampir setiap orang mengetahui apa itu JAV


Film porno pertama kali dibuat Louis Eugène Pirou tahun 1896 di Perancis. Meskipun hanya menampilkan adegan perempuan menari telanjang, film itu sangat sukses.

Louis Eugène Pirou pria kelahiran 1841 di Prancis ini adalah orang pertama yang membuat film erotis di dunia pada tahun 1896. Film erotis yang dia buat inilah yang kemudian menjadi cikal bakal industri film porno yang ada sampai sekarang.

Film yang menampilkan seseorang dengan kondisi telanjang ini pertama kali dibuat oleh Pirou dan karyawannya Kirchner yang dibintangi oleh Louis Willy dengan judul: Le Coucher de la Mariee (Bedtime for the Bride) tahun 1896. Film yang diproduksi Pirou dan disutradarai Kirchner ini sampai sekarang masih ada di arsi film prancis dan masih bisa ditonton juga, lho.

Walaupun hanya menampilkan Louis Willy menari telanjang, film berdurasi 7 menit dan tanpa ada suara ini mengundang perhatian khalayak ramai saat itu. Btw meskipun filmnya berdurasi 7 menit, tapi karena kondisi roll film yang sudah berumur ratusan tahun, fim ini sekarang cuma bisa diputar dua menit saja, alias berhenti saat Louis membuka baju, tidak sampai pada menari telanjang.

Akibat dari keberhasilan Pirou dengan filmnya, akhirnya banyak genre film Perancis lain terinspirasi untuk memasukkan unsur erotis ke dalam film.
Mereka mulai menyadari bahwa keuntungan yang mereka dapatkan bisa didapat lebih besar dengan memasukan adegan erotis seperti itu.

Sementara itu Louise Willy menjadi semakin terkenal sebagai seorang artis di Perancis semenjak dirinya menjadi manusia pertama yang tercatat bertelanjang di depan kamera, bahkan mungkin bisa dikatakan dia juga menjadi artis film porno pertama di dunia.

Kemudian, pada 1970-an film porno mulai sedikit dilegalkan. Sejarah film porno ditulis Patrick Robertson dalam bukunya: Film Facts, bahwa film porno paling awal yang dapat diketahui tanggal pembuatannya adalah A L'Ecu d'Or ou la bonne auberge, dibuat di Perancis pada 1908.

A L'Ecu d'Or ou la bonne auberge adalah film yang bercerita tentang seorang tentara yang kelelahan, kemudian menjalin hubungan dengan seorang pelayan perempuan di penginapan. Robertson mencatat bahwa film porno tertua masih ada, dan tersimpan dalam Kinsey Collection di Amerika Serikat.

Namun, konon dalam sejarah film porno, ada film yang lebih tua dari film yang di produksi di Perancis. Yakni film El Satario dari Argentina. Di mana, film ini diduga diproduksi antara tahun 1907-1912.

Bahkan, sebelum populernya film porno berdurasi panjang. Robertson menuliskan ada sebuah film porno pendek pertama dengan durasi 10 menit yang diproduksi sekitar tahun 1910. Film ini simpel, menceritkan seorang wanita yang memuaskan diri sendiri kemudian beralih adegan ranjang dengan lawan jenis.

Kemudian, pada tahun 1980-an justru film porno mulai mencapai penyebaran luas. Ditambah, dengan berkembangnya internet pada akhir 1990-an dan awal 2000-an, turut mendongkrak penyebaran film porno, dan menambah rumit penuntutan kecabulan legal.

Bahkan, pada tahun 2000-an ini, bisnis penjualan hasrat seksual melalui gambar telah menyumbang pendapatan USD 10 miliar per tahun untuk Amerika Serikat.

Tragedi dalam industri pornografi mulai terjadi setelah industri pornografi Amerika mulai dilanda meningkatnya penyebaran virus HIV pada aktris dan aktornya yang berujung pada sejumlah kematian termasuk John Holmes, Wade Nichols, Marc Stevens, Al Parker dan Lisa De Leeuw.

Kejadian ini berakibat pada dibentuknya Adult Industry Medical Health Care Foundation, yang membantu menciptakan sistem dalam indusri film porno Amerika yang menguji para pemain film porno apakah mereka terinfeksi HIV, Klamidia, atau Gonorrhea setiap bulan. Para aktor dan aktris juga diwajibkan memeriksa Hepatitis, Sifilis & HSV tiap tahun.

Sejak dibuatnya protokol pengujian AIM, tingkat penyakit menular seksual pada pemain film porno mengalami penurunan. Regulasi ini masih berjalan yang akhirnya membuat makin banyak industri pornografi.


Memang benar, dalam kasus melihat video porno seseorang tidak menyaksikan aurat secara langsung melainkan melihat benda yang mubah. Namun tidak boleh dilupakan bahwa setiap benda memiliki apa yang dinamakan dengankhshiyyat(sifat-sifat khusus), yang pada layar monitor adalah kemampuan dalam menampilkan atau memperlihatkan gambar sesuai dengan aslinya.

Rekaman suatu objek pemandangan misalnya, bisa ditampilkan pada layar monitor atau sejenisnya dalam gambar yang sama dengan objek yang direkam.

Sinar matahari, burung yang terbang, awan yang berjalan dll, sama persis dengan suasana saat rekaman tersebut diambil. Maka melihat layar monitor dan sejenisnya yang menampilkan rekaman video tertentu serasa seperti melihat keadaan sebenarnya saat rekaman tersebut diambil.

Sebagaimana pula kaca cermin, dengan khshiyyat-nya yaitu kemampuan memantulkan bayangan, jika diarahkan ke suatu objek tertentu, maka melihat benda berupa cermin tersebut serasa melihat objek sebenarnya yang dipantulkannya. Hanya saja, pada cermin pantulan terlihat terbalik sisi kanan dan kirinya dari objek aslinya.

Rasa seperti melihat keadaan sebenarnya juga bisa dibaca dari ekspresi orang yang melihat video pada layar monitor, misalkan perasaan marah dan sedih saat melihat rekaman video tentang pembantaian saudaranya di Palestina, perasaan takjub dan kagum saat melihat rekaman video tentang kecermatan Allah swt dalam menciptakan alam semesta, atau perasaan bergairah seksual saat melihat rekaman video tentang adegan porno.

Jika memang video dengan gambar di layar monitor tidak ber-khshiyyatsebagaimana disebutkan di atas, kenapa hal itu bisa menimbulkan pengaruh yang berbeda-beda pada orang yang melihatnya?

Dari fakta khshiyyatbenda di atas, maka melihat adegan porno yang direkam dan dimunculkan di layar monitor memiliki keserupaan dengan melihatnya secara langsung, sebagaimana pula melihat adegan porno dengan perantaraan kaca cermin. Dengan kata lain, benda-benda tersebut bisa menjadi wasilah dalam menyampaikan pesan berupa gambar aurat yang serupa dengan aslinya.

Aurat adalah aib, dan mengetahui aib orang lain dengan sengaja adalah haram, dalam sebuah riwayat dinyatakan: Dari Muawiyah ra. berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda:"Sesungguhnya jika engkau mengikuti aib-aib orang lain, maka aib-aib tersebut akan merusak mereka, atau engkau yang akan merusak mereka."(HR. Ibn Hibban)

Karenanya maka benda-benda tersebut menjadi wasilah bagi tersampaikannya aib orang lain, alias menjadi wasilah bagi terjadinya keharaman. Berlakulah atasnya kaidah:al-waslah il al-harm muharramah(hal yang mengantarkan kepada keharaman adalah haram)

Keharaman diatas tidak bersifatmuabbad(selamanya), melainkan bersifatmuaqqat(sementara). Maksudnya, layar monitor hanya haram dilihat ketika menampilkan adegan porno, jika menampilkan selain yang diharamkan maka hukumnya sebagaimana awal yaitu mubah. Semata-mata karena dia bisa menjadi wasilah bagi keharaman, yaitu menyampaikan aib orang lain. Ini berlaku bagi seluruhmukallaf, baik laki-laki maupun perempuan, baik yang masih bujang maupun yang sudah berkeluarga.

Sesungguhnya Allah swt telah memerintahkan orang-orang beriman untuk menjaga pandangan dari melihat aurat atau kehormatan orang lain, sebagaimana firman Allah Swt :
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman : "Hendaklah mereka menahan pandanganya,
dan memelihara kemaluannya;
yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur : 30 – 31)

Senada dengan ayat diatas, Nabi saw juga telah melarang seseorang melihat aurat orang lain walaupun seorang laki-laki terhadap laki-laki yang lain atau seorang wanita terhadap wanita yang lain baik dengan syahwat maupun tanpa syahwat, sebagaimana sabdanya saw, ”Janganlah seorang laki-laki melihat aurat laki-laki (lain) dan janganlah seorang wanita melihat aurat wanita (lain). Janganlah seorang laki-laki berada dalam satu selimut dengan laki-laki lain dan janganlah seorang wanita berada dalam satu selimut dengan wanita lain.” (HR. Al Baihaqi).

Didalam film-film porno, batas-batas aurat atau bahkan inti dari aurat seseorang diperlihatkan dan dipertontonkan kepada orang-orang yang tidak halal melihatnya, ini
merupakan perbuatan yang diharamkan baik orang yang mempertontokan maupun yang
menontonnya.

Untuk itu tidak diperbolehkan bagi seseorang menyaksikan film porno walaupun dengan alasan belajar tentang cara-cara berhubungan atau menghilangkan kelemahan syahwatnya karena untuk alasan ini tidak mesti dengan menyaksikan film tersebut akan tetapi bisa dengan cara-cara lainnya yang didalamnya tidak ditampakkan aurat orang lain, seperti buku-buku agama yang menjelaskan tentang seks, buku-buku fiqih tentang pernikahan atau mungkin buku- buku umum tentang seks yang bebas dari penampakan aurat seseorang didalamnya.

Meskipun tidak ada nash yang jelas yang secara tegas memberikan hukuman (hadd) kepada orang yang menyaksikan atau melihat aurat orang asing, atau melaknat maupun
mengancamnya dengan siksa neraka yang bisa memasukkan perbuatan itu kedalam
dosa besar seperti yang disebutkan Imam Nawawi bahwa diantara tanda-tanda dosa
besar adalah wajib atasnya hadd, diancam dengan siksa neraka dan sejensnya
sebagaimana disebutkan didalam Al Qur’an maupun Sunnah. Para pelakunya pun
disifatkan dengan fasiq berdasarkan nash, dilaknat sebagaimana Allah swt melaknat
orang yang merubah batas-batas tanah. (Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi juz II hal 113).

Atau yang disebutkan oleh Izzuddin bin Abdul Aziz bin Abdus Salam bahwa sebagian ulama mengatakan dosa-dosa besar adalah segala dosa yang disertai dengan ancaman atau
hadd (hukuman) atau laknat. (Qawaidul Ahkam Fii Mashalihil Anam juz I hal 32) Akan tetapi apabila perbuatan itu dilakukan tanpa ada perasaan takut kepada Allah swt,
penyesalan atau bahkan menyepelekannyasehingga menjadi sesuatu yang sering dilakukannya maka perbuatan itu bisa digolongkan kedalam dosa besar, sebagaimana pendapat dari Abu Hamid al Ghazali didalam “Al Basiith” bahwa batasan menyeluruh dalam hal dosa besar adalah segala kemaksiatan yang dilakukan seseorang tanpa ada perasaan takut dan penyesalan, seperti orang yang menyepelekan suatu dosa sehingga menjadi kebiasaan. Setiap penyepelean dan peremehan suatu dosa maka ia termasuk kedalam dosa besar. (Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi juz II hal 113)

Menonton Film Porno Termasuk Perzinahan Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairoh berkata dari Nabi saw, ”Sesungguhnya Allah telah menetapkan terhadap anak-anak Adam bagian dari zina yang bisa jadi ia mengalaminya dan hal itu tidaklah mustahil. Zina mata adalah penglihatan, zina lisan adalah perkataandimana diri ini menginginkan dan menyukai serta kemaluanmembenarkan itu semua atau mendustainya.” (HR. Bukhori) Ibnu Hajar menyebutkan pendapat Ibnu Bathol yaitu, ”Pandangan dan pembicaraan dinamakan dengan zina dikarenakan kedua hal tersebut menuntun seseorang untuk melakukan perzinahan yang sebenarnya.Karena itu kata selanjutnya adalah “serta kemaluan membenarkan itu semua atau mendustainya.” (Fathul Bari juz XI hal 28).



Film porno selalu menghadirkan daya pikat bagi sebagian orang.

Apalagi sekarang, saat aksesnya makin mudah seiring kemajuan teknologi internet dan smartphone.

Padahal mengakses dan mendownload konten porno sangat berbahaya bagi smartphone android.


Berikut bahaya mengakses konten porno bagi smartphone android kita.

1. Menarik lebih banyak porn ticker.

Seringkali, porn ticker ini merupakan jebakan konten bermuatan trojan yang disematkan oleh hacker. Misal, saat kita sedang streaming film porno, tiba-tiba muncul pop up Google Play Store.

Pop up ini menuntun kta untuk mendownload aplikasi tertentu seperti clean Master, UC Browser, dll. Awas! Jangan pernah didownload sebab itu aplikasi palsu berisi trojan.

2. Rentan penyusup

Menurut perusahaan keamanan siber, Wandera, sebagian besar situs porno penuh dengan malware atau aplikasi penyusup.

Malware ini nantinya akan masuk ke dalam ponsel dan mengumpulkan informasi penting kebiasaan sang pemilik.

3. Sistem operasi smartphone masih terbuka

Kebiasaan kita dalam memakai ponsel, termasuk berselancar di dunia maya mudah terekam oleh berbagai aplikasi pintar.

4. Serangan ransomware

Tak hanya mengancam pengguna pc, kini ransomware juga mulai mengancam pengguna smartphone.

Ransomware bernama Cyber Police yang ada di situs porno ditemukan mengancam pengguna Android Jelly Bean.

5. Ketahuan teman

Orang-orang yang meminjam ponsel kita akan tahu bahwa kita gemar menonton film porno.

Sebab kebiasaan di ponsel lebih rentan terungkap dibanding kebiasaan memakai PC.

Selain berdampak pada smartphone, dampak buruk terlalu sering menonton blue film bagi kesehatan yang saya dapatkan dari berbagai sumber.

Kebutaan

Hasil riset terbaru menunjukkan bahwa menonton film porno bisa melumpuhkan bagian otak pemroses stimulasi visual. Pasalnya dalam kondisi biasa, menonton film atau melakukan pekerjaan visual lain akan memompa lebih banyak darah ke korteks visual utama. Seorang uroneurolog, Gert Holstege mengatakan, otak lebih fokus pada dorongan seksual dibanding proses visual selama film.

“Anda harus menyadari otak ingin menyisakan sebanyak mungkin energi. Jadi, jika beberapa bagian otak tak butuh fungsi yang lebih tinggi, bagian ini akan dimatikan,” katanya, seperti dikutip Indiansutras.

Perilaku seks tak sehat

Efek pornografi pada otak juga disebut "beracun" sebagaimana halnya kokain. Seorang psikolog menyatakan bahwa kontak yang terlalu lama terhadap pornografi merangsang preferensi untuk penggambaran seks berkelompok, praktik sadomasokis, dan kontak seksual dengan hewan.

Aditif

Pornografi juga memicu candu. Banyak orang mendiagnosa diri mereka sebagai pecandu porno setelah membaca buku-buku populer tentang pornografi.

Pornografi akan membuat seseorang mempercayai semua kebohongan yang ditawarkan oleh pornografi sendiri.

Contoh kebohongan yang ditawarkan ialah :
a. Kebebasan seksual = kebahagiaan
b. Penyimpangan seksual = normal
c. Kapan saja melampiaskan kebutuhan seksual = hal yang benar dan wajar
d. Setiap hari masturbasi = sehat


Untuk itu bagi siapa saja yang membaca artikel ini dan merasa masih menyimpan video porno/video sex/bokep/jav/anime hentai di laptop/hp, mohonlah segera hapus semua itu.

Dosa ini akan menghalangi rezeki dan jodohmu. Dan semua doa yang kau panjatkan setiap shalat tidak akan sampai dan dikabulkan.

Jangan suka melakukan dosa bermaksiat saat sendirian di kamar seperti menonton video/gambar porno. Itu bisa menghapus semua pahala kebaikanmu termasuk pahala shalatmu.

Cobalah pikirkan sejenak,  kamu tidak pernah tau kapan kamu akan di wafatkan.

Jangan berpikir kamu masih muda. Mati masih lama. Ingat! Tidak ada jaminan besok kamu masih hidup.

Bagaimana jadinya kalau kamu belum sempat bertobat dan sudah di wafatkan?

Ingatlah saat nafsumu menyuruhmu menikmati nikmatnya video porno, Allah melihatmu saat itu.

Dan kau masih berani berdoa minta kesehatan, minta panjang umur, rezeki, dan minta masuk surga?

Dengan banyaknya video porno di laptopmu? Pikirkanlah! Apakah doamu akan diterima?

Apakah shalatmu juga akan diterima Berpikirlah!!

Bagaimana bisa kau masuk surga dengan dosa-dosa itu?

Bukankah cita-citamu di akhirat nanti adalah masuk surga? Bagaimana bisa? Sampai kapan kamu akan menikmati video porno?

Kapan kamu bisa sadar? Setiap hari umur kita makin berkurang dan perlahan mendekati kematian.

Singkirkan semua video dan gambar porno itu dari laptopmu juga hp mu sekarang juga.

Mudah-mudahan kalian termasuk orang-orang yang selalu diberi peringatan Allah dan tidak termasuk golongan orang-orang tersesat.

----------------
Sumber

https://amp.sulselsatu.com/2017/08/25/berita-utama/mengapa-film-hot-selalu-disebut-film-blue-ketahui-penjelasannya.html/amp

https://www.google.com/amp/s/www.kompasiana.com/amp/yudotri/efek-menonton-blue-film-bagi-kesehatan_5520cd4a8133113c7419fc22

https://inilah.com/mozaik/2202498/hukum-menonton-bf-di-layar-hp-yang-kecil

https://male.co.id/detail/178/menilik-awal-mula-film-dewasa-diproduksi-story-0

https://mojok.co/terminal/sejarah-film-porno-film-yang-jadi-pemersatu-kita-semua/

https://intisari.grid.id/amp/03106245/ini-5-bahaya-nonton-film-biru-di-ponsel-android-sungguh-di-luar-dugaan?page=all

http://syarieat-islam.blogspot.com/2013/11/hukum-menonton-film-bokef-atau-video.html?m=1

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Film_porno

https://amp.kaskus.co.id/thread/523d654afeca17f97f000003/asal-mula-kata-bokep-itu-apa-gan

Jumat, 14 Februari 2020

Coklat valentine tidaklah romantis

Peringatan Hari Kasih Sayang yang jatuh setiap tanggal 14 Februari ini, diyakini banyak orang sebagai waktu yang tepat untuk menyatakan cinta.


Setiap tahunnya di tanggal 14 Fabruari, sebagian masyarakat dunia merayakan Hari Valentine, yang disebut-sebut sebagai hari kasih sayang. Banyak orang saling bertukar hadiah dan coklat. Ada juga yang memberi bunga mawar merah, boneka teddy bear, atau hal-hal simbolis lainnya sebagai perwakilan kasih sayang kepada orang yang dikasihinya. Indonesia, negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, ternyata belum bisa terbebas dari penyakit remaja yaitu kecanduan atau ikut-ikutan merayakan Hari Valentine.

Tanggal 14 februari merupakan hari perayaan terhadap dihukum matinya seorang pahlawan kristen yaitu: Santo Valentine, kejadian ini terjadi tepat pada tanggal 14 februari 270 M.

Valentine day's adalah sebuah dimana orang-orang yang sedang dilanda cinta, saling mengirimkan pesan cinta dan hadiah-hadiah antara satu sama lain, yaitu hari dimana santo valentine mati sebagai seorang pahlawan yang teguh mempertahankan keyakinannya.


Sejarah hari Valentine

Hari raya ini adalah salah satu hari raya bangsa Romawi Paganis (yang menyembah berhala), bangsa romawi telah menyembah berhala semenjak 17 abad silam. Jadi hari raya valentine ini adalah merupakan sebutan kepada kecintaan terhadap sesembahan mereka. Tentang sejarah valentine ini ada banyak versi yang menyebutkan, tetapi dari sekian banyak versi menyimpulkan bahwa hari valentine tidak memiliki latar belakang yang jelas sama sekali.

Perayaan ini telah ada semenjak abad ke-4 SM, yang diadakan pada tanggal 15 februari, perayaan yang bertujuan untuk menghormati dewa yang bernama Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Acara ini berbentuk upacara dan di dalamnya diselingi penarikan undian untuk mencari pasangan. Dengan menarik gulungan kertas yang berisikan nama, para gadis mendapatkan pasangan. Kemudian mereka menikah untuk periode satu tahun, sesudah itu mereka bisa ditinggalkan begitu saja. Dan kalau sudah sendiri, mereka menulis namanya untuk dimasukkan ke kotak undian lagi pada upacara tahun berikutnya.

Sementara itu, pada 14 Februari 269 M meninggallah seorang pendeta kristen yang juga dikenal sebagai tabib (dokter) yang dermawan yang bernama Valentine. Ia hidup di kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius yang terkenal kejam. Ia sangat membenci kaisar tersebut. Claudius berambisi memiliki pasukan militer yang besar, ia ingin semua pria di kerajaannya bergabung di dalamya. Namun sayangnya keinginan ini tidak didukung. Para pria enggan terlibat dalam peperangan. Karena mereka tidak ingin meninggalkan keluarga dan kekasih hatinya. Hal ini membuat Claudius marah, dia segera memerintahkan pejabatnya untuk melakukan sebuah ide gila.

Claudius berfikir bahwa jika pria tidak menikah, mereka akan senang hati bergabung dengan militer. Lalu Claudius melarang adanya pernikahan. Pasangan muda saat itu menganggap keputusan ini sangat tidak masuk akal. Karenanya St. Valentine menolak untuk melaksanakannya. St. Valentine tetap melaksanakan tugasnya sebagai pendeta, yaitu menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta meskipun secara rahasia. Aksi ini akhirnya diketahui oleh kaisar yang segera memberinya peringatan, namun ia tidak menggubris dan tetap memberkati pernikahan dalam sebuah kapel kecil yang hanya diterangi cahaya lilin.

Sampai pada suatu malam, ia tertangkap basah memberkati salah satu pasangan. Pasangan tersebut berhasil melarikan diri, namun malang St. Valentine tertangkap. Ia dijebloskan ke dalam penjara dan divonis hukuman mati dengan dipenggal kepalanya.

Sejak kematian Valentine (14 februari), kisahnya menyebar dan meluas, hingga tidak satu pelosok pun di daerah Roma yang tak mendengar kisah hidup dan kematiannya. Kakek dan nenek mendongengkan cerita Santo Valentine pada anak dan cucunya sampai pada tingkat pengkultusan. Ketika agama Katolik mulai berkembang, para pemimipin gereja ingin turut andil dalam peran tersebut. Untuk mensiasatinya, mereka mencari tokoh baru sebagai pengganti Dewa Kasih Sayang, Lupercus. Akhirnya mereka menemukan pengganti Lupercus, yaitu Santo Valentine.

Di tahun 494 M, Paus Gelasius I mengubah upacara Lupercaria yang dilaksanakan setiap 15 Februari menjadi perayaan resmi pihak gereja. Dua tahun kemudian, sang Paus mengganti tanggal perayaan tersebut menjadi 14 Februari yang bertepatan dengan tanggal matinya Santo Valentine sebagai bentuk penghormatan dan pengkultusan kepada Santo Valentine. Dengan demikian perayaan Lupercaria sudah tidak ada lagi dan diganti dengan "Valentine Days". Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus dia Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836.

Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak-arak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta. Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santa yang asal-muasalnya bisa dipertanyakan dan hanya berbasis legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki-paroki tertentu.

Sesuai perkembangannya, Hari Kasih Sayang tersebut menjadi semacam rutinitas ritual bagi kaum gereja untuk dirayakan. Agar tidak kelihatan formal, peringatan ini dibungkus dengan hiburan atau pesta-pesta.


Pada abad ke-17, perayaan Hari Valentine menjadi tradisi umum di seluruh dunia. Selain kartu ucapan dan surat, tradisi tukar-menukar hadiah pun dimulai. Di awal 1700-an, Charles II dari Swedia mengenalkan kepada Eropa sebuah seni Persia yang disebut “bahasa bunga”. Lewat kiriman bunga, kita bisa mengekspresikan pesan-pesan tersembunyi.

Dalam The Lovers Book, Kate Gribble menulis bahwa mengekspresikan cinta di kartu Valentine kali pertama dilakukan pada abad ke-15 oleh Charles, duke dari Orleans. Setelah penangkapannya saat Perang Agnicourt tahun 1415, dia diasingkan di Inggris sampai 1440. Selama itu dia menulis surat cinta dan puisi kasih sayang untuk istrinya, Bonne dari Armagnac yang tinggal di Prancis. Enampuluh surat itu utuh tersimpan di British Library, London.

“Di Amerika, kartu Valentine kali pertama diproduksi secara massal awal 1850-an. Kartu ini merupakan hasil ciptaan seorang sarjana bernama Esther Howland,” tulis Kate Gribble.

Agar Hari Valentine semakin berkesan, biasanya orang-orang akan memberikan hadiah spesial untuk pasangannya. Mulai dari cokelat, bunga atau sekadar kartu ucapan romantis.


Sebenarnya, kehadiran coklat sebagai hadiah Hari Valentine sudah terjadi sejak zaman dahulu. Dulu camilan bercita rasa manis ini selalu dikaitkan dengan rasa cinta.

Di masa Aztec, Kaisar Montezuma diketahui selalu menggunakan coklat yang terbuat dari biji kakao dalam setiap pagelaran acara bernuansa romantis.

Kaisar Montezuma percaya bahwa coklat dapat membangkitkan rasa cinta seseorang, yang mengikuti acara tersebut.

Kemudian, di era Victoria di Inggris sekitar tahun 1800-an, coklat dipercaya mempunyai hubungan dengan rasa cinta dan rayuan.

Bahkan banyak pria meyakini bahwa coklat sebagai salah satu media untuk mengungkapkan perasaan cinta pada seseorang. Mereka percaya, coklat bisa membuat hati wanita luluh dan mau menerima perasaan cinta pria.

Di negara-negara mayoritas beragama Islam, para pemuka agama melarang perayaan Hari Valentine. Alasannya, selain merujuk pemuka agama Santo Valentine, perayaan Valentine dianggap bukan lagi sebagai hari kasih saying tapi hura-hura yang dibumbui pergaulan bebas. Namun muda-mudi tetap saja merayakannya, sampai sekarang.


Banyak alasan mengapa umat Islam dilarang untuk merayakan Hari Valentine. Namun sayang sekali, remaja seakan apatis menerima alasan-alasan tersebut. Fenomena perayaan Hari Valentine pun masih dan masih saja bermuara pada hal-hal yang malah merusak moral, misalnya remaja yang bukan mahrom melakukan dating, saling berpelukan, dan bahkan berciuman sebagai perwujudan kasih sayang.

Cinta pada saat hari valentine selalu dimaknai dengan tukaran coklat atau hadiah lainnya. Coklat dianggap sebagai lambang keseriusan dan ketulusan cinta. Cinta yang maknanya teramat besar hanya diwakili oleh sepotong coklat. Zat adiktif meningkatkan rasa suka kepada lawan jenis. Inilah alasannya mengapa coklat cepat laku di hari Valentine.

Coklat memang halal dimakan tetapi makan coklat secara berlebihan bisa mengganggu kesehatan. Apalagi kalau ditambah pita bertuliskan "be my valentine" (jadi lah Tuhanku, merujuk pada festival pagan Romawi Kuno, Lupercalia) bisa mencederai aqidah seorang Muslim.

Selain coklat, ternyata angka penjualan kondom dan seks bebas meningkat tajam.
Di Amerika setiap menjelang hari valentine negara Paman Sam itu dikenal dengan "festival" National Condom Week (Pekan Kondom Nasional). Pekan ini dirayakan dengan pesta seks yang tentunya merugikan kehormatan pemuda dan pemudi di sana.

Survey yang dilakukan oleh Christine Mark ditemukan bahwa 85% pelaku hari valentine menganggap bahwa Seks adalah sesuatu yang wajib dilaksanankan pada hari valentine. Na'udzubillahi min dzalik.
Di Indonesia juga terdapat fakta angka seks bebas melijit di hari valentine.

Angka penjualan kondom meningkat tajam di hari Valentine. Padahal kondom hanya boleh dipergunakan untuk kalangan suami istri dalam rangka pengaturan jarak kelahiran. Sangat disayangkan kondom digunakan untuk kepentingan lain pada momen Valentine.

Dan perlu diperhatikan bahwa meskipun Islam sangat menggalakkan umatnya supaya berkasih sayang antara satu sama lain, tetapi untuk menunjukkan kasih sayang antara seorang lelaki dan seorang perempuan perlu melalui saluran yang dibenarkan oleh syara dan bukanlah sesuatu yang merujuk kepada perkara yang mendorong atau meransang kepada  maksiat.

Berdasarkan dalil-dalil dari Al Qur'an dan As-Sunnah, para pendahulu umat sepakat menyatakan bahwa hari raya dalam Islam hanya ada dua, yaitu Idul Fithri dan Idul Adha, selain itu, semua hari raya yang berkaitan dengan seseorang, kelompok, peristiwa atau lainnya adalah bidah, kaum muslimin tidak boleh melakukannya, mengakuinya, menampakkan kegembiraan karenanya dan membantu terselenggaranya, karena perbuatan ini merupakan perbuatan yang melanggar batas-batas Allah, sehingga dengan begitu pelakunya berarti telah berbuat aniaya terhadap dirinya sendiri.

Jika hari raya itu merupakan simbol orang-orang kafir, maka ini merupakan dosa lainnya, karena dengan begitu berarti telah ber-tasyabbuh (menyerupai) mereka di samping merupakan keloyalan terhadap mereka, padahal Allah subhanahu wa ta’ala telah melarang kaum mukminin ber-tasyabbuh dengan mereka dan loyal terhadap mereka di dalam Kitab-Nya yang mulia, dan telah diriwayatkan secara pasti dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda:
Artinya: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, berarti ia termasuk golongan mereka.”

Hari Valentine termasuk jenis yang disebutkan tadi, karena merupakan hari raya Nasrani, maka seorang muslim yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir tidak boleh melakukannya, mengakuinya atau ikut mengucapkan selamat, bahkan seharusnya meninggalkannya dan menjauhinya sebagai sikap taat terhadap Allah dan Rasul-Nya serta untuk menjauhi sebab-sebab yang bisa menimbulkan kemurkaan Allah dan siksa-Nya.

Lain dari itu, diharamkan atas setiap muslim untuk membantu penyelenggaraan hari raya tersebut dan hari raya lainnya yang diharamkan, baik itu berupa makanan, minuman, penjualan, pembelian, produk, hadiah, surat, iklan dan sebagainya, karena semua ini termasuk tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan serta maksiat terhadap Allah dan Rasul-Nya, sementara Allah swt telah berfirman:
Artinya: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” [Al-Ma'idah: 2]

Beberapa negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam pun telah menyikapi perayaan hari valentine, khususnya oleh lembaga fatwa resmi mereka. Jawatan Kuasa Fatwa Negeri Johor, Malaysia, mengeluarkan fatwa tentang perayaan Hari Valentine pada 2005. Secara tegas, Jawatan Kuasa Fatwa Negeri Johor melarang umat Islam ikut merayakan valentine.

Perayaan valentine tidak pernah dianjurkan dalam Islam. Selain itu, bunyi fatwa tersebut menyebut perayaan valentine erat kaitannya dengan unsur dari agama lain. Selain itu, kerap dalam perayaannya bercampur dengan perbuatan maksiat yang dilarang dalam Islam.

Jawatan Kuasa Fatwa Negeri Johor mendasarkan fatwanya pada beberapa alasan. Pertama Islam sangat menitikberatkan soal kasih sayang setiap hari. Kemudian Islam menolak konsep kasih sayang yang terkandung dalam perayan Hari Valentine karena unsur-unsur ritual keagamaan yang diamalkannya berseberangan dengan akidah Islam. Sebagian remaja Islam yang ikut meramaikan valentine kadang terjerumus dengan perbuatan maksiat, seperti berduaan dengan lawan jenis atau terjadinya zina.

Lembaga Pusat Fatwa dan Riset Ilmiah Kerajaan Arab Saudi juga berpendapat sama. Menurut lembaga fatwa  resmi Kerajaan Arab Saudi ini, dalam Islam hanya dikenal dua hari raya, yakni Idul Fitri dan Idul Adha.

Perayaan selain dua hari raya ini, baik berhubungan dengan seseorang, golongan, peristiwa, maupun momen-momen tertentu lainnya adalah perayaan tidak berdasar dalam Islam. Lembaga Fatwa yang saat itu dipimpin Syekh Abdul Aziz bin Abdillah Alu itu menyerukan agar pemeluk agama Islam tidak boleh mengadakan, ikut mendukung, turut bergembira, atau memberikan bantuan perayaan hari valentine.

Allah SWT berfirman, "Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya" (QS al-Maidah [5] :2).

Lembaga Fatwa Arab Saudi berpendapat, valentine termasuk perayaan umat agama lain. Karena itu, umat Islam harus hati-hati agar tidak latah mengikuti perayaan yang bukan dari agamanya. Rasulullah bersabda, "Barang siapa menyerupai suatu kaum maka dia termasuk bagian dari mereka."

Di Iran, setiap menjelang perayaan Hari Valentine, beberapa percetakan diboikot agar tak mencetak kartu ucapan dan toko-toko yang menjual properti perayaannya juga ditutup. Hal ini diputuskan oleh pemerintah Iran untuk meminimalisir perayaan Hari Valentine karena mereka percaya banyak dampak yang terjadi setelah remaja Iran merayakannya. Bahkan tak sedikit remaja yang tergiur dengan seks bebas pada momen tersebut.

Beberapa MUI daerah sudah mengeluarkan fatwa soal perayaan Hari Valentine. Salah satunya MUI Kota Bogor yang mengeluarkan fatwa soal valentine pada 2012. MUI Kota Bogor mengimbau agar umat Islam tidak ikut dalam perayaan Hari Valentine yang merupakan tradisi dan budaya agama lain.

MUI Kota Bogor juga melarang umat Islam untuk menyemarakkannya dengan mengirimkan SMS, kartu ucapan selamat, mencetak, menjualnya, dan mensponsori acara-acara tersebut karena termasuk tolong-menolong dalam berbuat dosa dan maksiat. MUI Kota Bogor melihat kalangan remaja yang mengikuti perayaan hari valentine sering terjerumus dalam pergaulan bebas (khalwat dan ikhtilath) yang termasuk dalam larangan mendekati zina. Maka tindakan saddu dzari' (istilah ushul fikih) wajib dilakukan, yakni menutup segala peluang dan pintu-pintu maksiat serta yang mendekatkan pada perbuatan zina.

MUI Jawa Timur (Jatim) menyarankan umat Islam yang berada di daerahnya tidak merayakan hari Valentine. Sekretaris Umum MUI Jatim Ainul Yaqin mengatakan haram hukumnya umat Islam merayakan hari Valentine.

Ainul mengatakan fatwa haram merayakan hari Valentine itu tertuang dalam fatwa MUI Jatim Nomor: Kep.03/SKF.MUI/JTM/I/2017 tentang Hukum Merayakan Hari Valentine Bagi Orang Islam.

“Di sana (fatwa) disebutkan bahwa umat Islam haram mengikuti merayakan hari Valentine. Isi fatwanya seperti itu,” ujar Ainul Yaqin.

Ainul menyebut ada empat point utama yang menjadi pertimbangan MUI mengharamkan umat Islam merayakan hari Valentine. Pertama, kegiatan Valentine bukan tradisi Islam. Kedua, di dalam kegiatan Valentine banyak hal yang bisa mengarah pada perbuatan tidak baik.

“Jadi misalnya ada praktik pergaulan bebas dan sebagainya, berarti kita mendorong ke sana,” kata dia.

Ketiga, kata Ainul, MUI harus berperan ikut menutup segala hal yang berpotensi pada keburukan pada perayaan Valentine.

“Keempat tidak boleh ikut menyiarkan sesuatu yang menimbulkan keburukan tadi,” lanjutnya.

Oleh karena itu, pihaknya menganjurkan umat Islam tidak turut serta merayakan dan ikut dalam nuansa kegembiraan perayaan hari Valentine.

jika ada pemuda-pemudi Muslim ikut-ikutan merayakan Hari Valentine, maka mereka telah ikut-ikutan melakukan penyembahan dan pengagungan ajaran mereka. Hal ini di dalam ajaran Islam sudah termasuk perbuatan musyrik atau mempersekutukan Allah SWT, yang tidak akan mendapat ampunan dari Allah SWT. Apakah kita mau mengorbankan keridhoan dan kasih sayang dan cinta Allah yang sebenarnya dengan kemurkaan-Nya  hanya gara-gara ikut-ikutan merayakan Hari Valentine yang berisi kesenangan yang sangat sedikit tersebut??  Rasulullah saw telah bersabda: Barangsiapa mengikuti suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari kaum itu (HR. Abu Daud & Ahmad)

Jadi,… ''Tidak semua yang kita anggap baik dan kita senangi itu bagus dan bermanfaat untuk kita, bahkan bisa jadi membahayakan dan merugikan kita. Allah Swt berfirman:

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al Baqarah 216).  Wallohu a’lam.

Demikian, semoga Allah selalu membimbing kita ke jalan yang benar dan diridhoi-Nya, serta melindungi kita dari segala tipu daya syetan dan bala tentaranya, baik yang dari golongan jin maupun yang dari golongan manusia. Amin.

Maha Suci Engkau Ya Tuhan kami, dan segala puji hanya milikMu, aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau, aku memohon ampun kepadaMu dan aku bertaubat kepadaMu.

---------------

Sumber

https://historia.id/kultur/articles/asal-usul-hari-valentine-DbaQ6

http://www.immanta.com/immantanews/immantaarticles/209-sejarah-hari-valentine.html

https://mionaga.blogspot.com/2013/02/say-no-to-valentines-day.html?showComment=1581650846009&m=1#c8456991541771269537

https://www.google.com/amp/s/www.indozone.id/amp/9DsZJn/ternyata-ini-alasan-kenapa-valentine-identik-sama-coklat-warna-pink

http://www.nusantaranews.net/2020/02/valentine-day-dan-serangan-4f.html?m=1

https://m.kumparan.com/amp/kumparannews/mui-jatim-umat-islam-haram-rayakan-hari-valentine-1spHQMXW3yj

https://www.google.com/amp/s/m.republika.co.id/amp/pmvdqm282

http://iqballl10.blogspot.com/2013/02/larangan-merayakan-valentine-days.html?m=1

Selasa, 04 Februari 2020

kematian


Setiap yang bernyawa di dunia ini baik manusia hewan atau tumbuhan pasti akan mati, tak ada yang abadi.

Setelah kematian, tubuh makhluk hidup mengalami pembusukan.

Kematian adalah akhir dari kehidupan, hilang nya nyawa dari tubuh, terpisahnya ruh dengan tubuh, kematian baik karena penyebab alami seperti penyakit atau karena penyebab tidak alami seperti kecelakaan.


Berapa Penyebab umum Kematian

  • Seiring penuaan usia makhluk hidup, tubuh mereka akan perlahan-lahan mulai berhenti bekerja.
  • Jika tubuh tidak mampu melawan penyakit, atau tidak diobati.
  • Kecelakaan seperti tenggelam, tertabrak, terjatuh dari ketinggian, dll.
  • Lingkungan dengan suhu yang sangat dingin atau yang terlalu panas.
  • Pendarahan yang diakibatkan luka yang parah.
  • Kekurangan makanan, air, udara, dan perlindungan.
  • Diserang dan dimakan (pembunuhan).
  • Infeksi dari gigitan hewan berbisa maupun hewan yang terinfeksi virus berbahaya.
  • Kematian pada saat tidak terbangun dari tidur.
  • Kematian sebelum lahir, karena perawatan janin yang tidak benar.
  • Melakukan perbuatan buruk sehingga mendapat hukuman atau vonis yang dijatuhkan oleh pengadilan atau tanpa pengadilan (Hukuman Mati).

Para ilmuwan mengkonfirmasi bahwa kematian diciptakan dalam sperma, dan berkembang di dalam sel sejak manusia dalam rahim. Mereka (para ilmuwan) mengatakan: kematian diciptakan dalam setiap unsur sel seperti katup pengaman yang mengontrol kehidupan sel, setelah semua perpecahan mengubah ukuran unsur-unsur tersebut, dan ketika semakin pendek ukurannya maka maka kematian semakin dekat, dan pada ukuran tertentu sel reproduksi akan berhenti dan mati, dan itulah yang disampaikan kepada kita melalui Al-Quran, Allah berfirman :

“Kami telah memperkirakan kematian di antara kalian dan kami tidak mendahuluinya,” (Al-Waqi’ah: 60],

Maksudnya adalah bahwa Tuhan Allah SWT menempatkan sistem yang terprogram untuk proses kematian, sehingga para ilmuwan membuat satu istilah ilmiah baru tentang kematian sel yang disebut (kematian sel yang terprogram) dan karena itu ayat yang menegaskan: “Kami telah telah memperkirakan kematian diantara antara kalian” (Al-Waqi’ah: 60), sesuai dengan fakta-fakta ilmiah, dan ini membuktikan akan mukjizat Al-Quran.

Terjadi pada setiap sel tubuh berbagai tindakan yang disebut oleh para ilmuwan: tindakan degeneratif, yang terjadi setelah periode tertentu dari kehidupan sel. Karena itu, sel tumbuh akan terus berkembang dan membesar serta mulai melaksanakan kegiatannya, namun setelah usia tertentu mulai tindakan degeneratif yang terdapat di dalam sel, sehingga para ilmuwan mengatakan bahwa proses ini tidak dapat dihentikan, tetapi yang menghentikan proses ini adalah kematian, karena kematian telah terprogram, sel ini misalnya, akan mati setelah (sepuluh hari), meskipun kita berusaha untuk menghentikan proses degenerasi ini, sel akan tetap mati, dan inilah kebenaran yang disebutkan dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

وَمَنْ نُعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ أَفَلا يَعْقِلُونَ

“Dan Barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan Dia kepada kejadian(nya). Maka Apakah mereka tidak memikirkan?” (Yasin:68)

Perhatikanlah, kata “Nunakkishu” (Kami kembalikan) yang menggambarkan ungkapan yang cermat degeneratif pada sel-sel otak, hati, jantung, dan dalam semua sel manusia ada tindakan degeneratif selalu berakhir dengan kematian.

Kematian pasti terjadi dan akan menghampiri semua makhluk hidup di dunia,

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. [Ali Imran:185].

Maut merupakan ketetapan Allah. Seandainya ada seseorang yang selamat dari maut, niscaya manusia yang paling mulia pun akan selamat. Namun maut merupakan SunnahketetapanNya atas seluruh makhluk. Allah berfirman:

إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُم مَّيِّتُونَ

Sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam) akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula). [Az Zumar:30].

Tidak ada manusia yang kekal di dunia ini.

وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِّن قَبْلِكَ الْخُلْدَ أَفَإِنْ مِّتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَ كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ }

Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal? Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. [Al Anbiya:34-35].


Kematian akan menghadang setiap manusia. Proses tercabutnya nyawa manusia akan diawali dengan detik-detik menegangkan lagi menyakitkan. Peristiwa ini dikenal sebagai sakaratul maut.

Ibnu Abi Ad-Dunya rahimahullah meriwayatkan dari Syaddad bin Aus Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Kematian adalah kengerian yang paling dahsyat di dunia dan akhirat bagi orang yang beriman. Kematian lebih menyakitkan dari goresan gergaji, sayatan gunting, panasnya air mendidih di bejana. Seandainya ada mayat yang dibangkitkan dan menceritakan kepada penduduk dunia tentang sakitnya kematian, niscaya penghuni dunia tidak akan nyaman dengan hidupnya dan tidak nyenyak dalam tidurnya”.

Di antara dalil yang menegaskan terjadinya proses sakaratul maut yang mengiringi perpisahan jasad dengan ruhnya, firman Allah:

وَجَآءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَاكُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ

“Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari darinya”. [Qaaf: 19]

Maksud sakaratul maut adalah kedahsyatan, tekanan, dan himpitan kekuatan kematian yang mengalahkan manusia dan menguasai akal sehatnya. Makna bil haq (perkara yang benar) adalah perkara akhirat, sehingga manusia sadar, yakin dan mengetahuinya. Ada yang berpendapat al haq adalah hakikat keimanan sehingga maknanya menjadi telah tiba sakaratul maut dengan kematian.

Juga ayat:

كَلآ إِذَا بَلَغَتِ التَّرَاقِيَ {26} وَقِيلَ مَنْ رَاقٍ {27} وَظَنَّ أَنَّهُ الْفِرَاقُ {28} وَالْتَفَّتِ السَّاقُ بِالسَّاقِ {29} إِلَى رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمَسَاقُ

“Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai kerongkongan. Dan dikatakan (kepadanya): “Siapakah yang dapat menyembuhkan”. Dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan. Dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan). Dan kepada Rabbmulah pada hari itu kamu dihalau”. [Al Qiyamah: 26-30]

Syaikh Sa’di menjelaskan: “Allah mengingatkan para hamba-Nya dengan keadan orang yang akan tercabut nyawanya, bahwa ketika ruh sampai pada taraqi yaitu tulang-tulang yang meliputi ujung leher (kerongkongan), maka pada saat itulah penderitaan mulai berat, (ia) mencari segala sarana yang dianggap menyebabkan kesembuhan atau kenyamanan. Karena itu Allah berfiman: “Dan dikatakan (kepadanya): “Siapakah yang akan menyembuhkan?” artinya siapa yang akan meruqyahnya dari kata ruqyah. Pasalnya, mereka telah kehilangan segala terapi umum yang mereka pikirkan, sehingga mereka bergantung sekali pada terapi ilahi. Namun qadha dan qadar jika datang dan tiba, maka tidak dapat ditolak. Dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan dengan dunia. Dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan), maksudnya kesengsaraan jadi satu dan berkumpul. Urusan menjadi berbahaya, penderitaan semakin sulit, nyawa diharapkan keluar dari badan yang telah ia huni dan masih bersamanya. Maka dihalau menuju Allah Ta’ala untuk dibalasi amalannya, dan mengakui perbuatannya. Peringatan yang Allah sebutkan ini akan dapat mendorong hati-hati untuk bergegas menuju keselamatannya, dan menahannya dari perkara yang menjadi kebinasaannya. Tetapi, orang yang menantang, orang yang tidak mendapat manfaat dari ayat-ayat, senantiasa berbuat sesat dan kekufuran dan penentangan”.

Sedangkan beberapa hadits Nabi yang menguatkan fenomena sakaratul maut:
Imam Bukhari meriwayatkan dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anhuma, ia bercerita (menjelang ajal menjemput Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam)

إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ بَيْنَ يَدَيْهِ رَكْوَةٌ أَوْ عُلْبَةٌ فِيهَا مَاءٌ فَجَعَلَ يُدْخِلُ يَدَيْهِ فِي الْمَاءِ فَيَمْسَحُ بِهِمَا وَجْهَهُ وَيَقُولُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ إِنَّ لِلْمَوْتِ سَكَرَاتٍ ثُمَّ نَصَبَ يَدَهُ فَجَعَلَ يَقُولُ فِي أخرجه البخاري ك الرقاق باب سكرات الموت و في المغازي باب مرض النبي ووفاته. الرَّفِيقِ الْأَعْلَى حَتَّى قُبِضَ وَمَالَتْ

“Bahwa di hadapan Rasulullah ada satu bejana kecil dari kulit yang berisi air. Beliau memasukkan tangan ke dalamnya dan membasuh muka dengannya seraya berkata: “Laa Ilaaha Illa Allah. Sesungguhnya kematian memiliki sakaratul maut”. Dan beliau menegakkan tangannya dan berkata: “Menuju Rafiqil A’la”. Sampai akhirnya nyawa beliau tercabut dan tangannya melemas”.

Dari Anas Radhiyallahu anhu, berkata:

عَنْ أَنَسٍ قَالَ لَمَّا ثَقُلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَعَلَ يَتَغَشَّاهُ فَقَالَتْ فَاطِمَةُ عَلَيْهَا السَّلَام وَا أخرجه البخاري في المغازي باب مرض النبي ووفاته.اليَوْمِ َرْبَ أَبَاهُ فَقَالَ لَهَا لَيْسَ عَلَى أَبِيكِ كَرْبٌ بَعْدَ

“Tatkala kondisi Nabi makin memburuk, Fathimah berkata: “Alangkah berat penderitaanmu ayahku”. Beliau menjawab: “Tidak ada penderitaan atas ayahmu setelah hari ini…[al hadits]” .

Dalam riwayat Tirmidzi dengan, ‘Aisyah menceritakan:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ مَا أَغْبِطُ أَحَدًا بِهَوْنِ مَوْتٍ بَعْدَ الَّذِي رَأَيْتُ مِنْ شِدَّةِ مَوْتِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أخرجه الترمذي ك الجنائز باب ما جاء في التشديد عند الموت وصححه الألباني

“Aku tidak iri kepada siapapun atas kemudahan kematian(nya), sesudah aku melihat kepedihan kematian pada Rasulullah”.

Dan penderitaan yang terjadi selama pencabutan nyawa akan dialami setiap makhluk. Dalil penguatnya, keumuman firman Allah: “Setiap jiwa akan merasakan mati”. (Ali ‘Imran: 185). Dan sabda Nabi: “Sesungguhnya kematian ada kepedihannya”. Namun tingkat kepedihan setiap orang berbeda-beda.

Berikut ini adalah sebuah hadits sahih yang memuat penjelasan memadai tentang perjalanan seorang mukmin sejak berhadapan dengan kematian sampai ditempatkan di liang lahat dan mendapatkan berbagai nikmat kubur.   Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Majah, dan al-Nasa’i, Ahmad al-Hakim, dan al-Thayalisi. Dikomentari oleh al-Hakim, “Hadits ini memenuhi kriteria al-Bukhari dan Muslim.” Pendapat ini pun diakui oleh al-Dzahabi. (Lihat: Dr. Sulaiman al-Asyqar, Al-Qishash al-Ghaib fi Shahih al-Hadits al-Nabawi, [Oman: Daru al-Nafa’is], 2007, cet. pertama, hal. 224).

Berikut adalah intisari kisahnya:   

Pada suatu hari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pergi bersama para sahabat mengantarkan jenazah seorang sahabat Anshar. Setibanya mereka di pemakaman, penggalian liang lahat belum usai. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun duduk di atas tanah sambil menghadap kiblat. Sementara para sahabatnya duduk di sekitarnya dengan tenang. Saking tenangnya, seakan-akan ada burung hinggap di atas kepala mereka. 

Melalui hadits ini, perawi hadits menggambarkan bagaimana keadaan di sekitar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat itu. Beliau mengambil sebuah kayu lalu mengorek-ngorek tanah. Kemudian, beliau melihat ke langit lalu menunduk. Tak lama, beliau melihat lagi ke langit kemudian menunduk. Hingga tiga kali. Setelah itu, beliau bersabda kepada para sahabat, “Memohonlah kalian (perlindungan) kepada Allah dari siksa kubur.” Sebanyak dua atau tiga kali. Lantas, beliau pun berdiri dan berdoa:

 اَللَهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

  Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur.” (Sebanyak tiga kali) 

 Itulah doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sekaligus menjadi pembuka atas haditsnya yang panjang. Beliau menggambarkan kepada para sahabatnya bagaimana keadaan seorang hamba sejak ditemui kematian sampai dimasukkan ke dalam liang kuburnya, lalu ditinggalkan oleh keluarga, kolega, dan para sahabat. Lantas apa saja yang menimpa hamba tersebut setelah itu? 

Dikabarkannya bahwa manusia saat dijemput kematian terbagi menjadi dua golongan: ada yang beriman dan ada yang kufur. Dan perbedaan di antara keduanya sangat jauh dan mendasar. 

Sesungguhnya, seorang hamba yang beriman, ketika hendak meninggalkan kehidupan dunianya dan memasuki kehidupan akhiratnya, akan didatangi para malaikat dari langit. Mereka datang dalam rupa terbaik dan akan menempati sebuah tempat tertentu, seraya mengenakan pakaian yang terbaik pula. Wajah mereka putih berseri-seri, seakan-akan mentari yang tengah bersinar. Di tangan mereka terdapat kain kafan dari surga untuk membungkus ruh sang hamba, lengkap dengan minyak wanginya yang akan mengharumkan ruh sang sang hamba tadi. Tampak terlihat mereka duduk sejauh pandangan mata. Bahkan, sebagian orang saleh bisa menceritakan kejadian yang disaksikannya itu, sementara orang-orang di sekitar mereka sama sekali tidak melihat apa-apa. 

 Tak lama berselang, datanglah malaikat maut dan duduk dekat kepala sang hamba. Dia berkata kepada ruh si hamba: 

 يا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ارْجِعِي إِلى رَبِّكِ راضِيَةً مَرْضِيَّةً

 “Wahai jiwa yang tenang…. Keluarlah kepada Tuhanmu dalam keadaan rida dan diridai,” (QS al-Fajr [89]: 27-28). 

Ruh pun tak bisa menunda perintah itu. Ia perlahan mengalir keluar dari jasad seperti keluarnya air yang bersih dan jernih dari mulut geriba air. 

 Setelah ruh mukmin yang bersih dan jernih itu keluar, semua malaikat langit dan malaikat bumi menshalatkannya. Pintu-pintu langit dibuka. Setiap penduduk pintu berdoa kepada Allah dan memohon agar ruh hamba itu diangkat ke tempat mereka.   

Begitu ruh sang hamba berhasil dikeluarkan oleh tangan malaikat maut, maka para malaikat yang hadir menyaksikan kematian tidak membiarkan ruh itu sekejap mata pun. Mereka langsung mengambilnya dan meletakkannya di atas kain kafan dan minyak wangi yang mereka bawa dari surga. Demikian kematian yang digambarkan Allah dalam Al-Qur’an, Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat- malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya, (QS al-An‘am [6]: 61).

 Setelah ruh terpisah dari jasad, terciumlah aroma semerbak wangi, sampai-sampai memenuhi dunia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri telah menggambarkan bagaimana aroma wangi ruh hamba tersebut, melalui sabdanya, “Aroma itu keluar dari ruh bagaikan minyak kesturi yang paling wangi yang pernah engkau temukan di muka bumi.”   Rupanya itu ruh yang selalu diharumkan dengan keimanan dan amal-amal saleh sewaktu di dunia. Dan jejak aroma dari ruh itu jelas diketahui saat ruh tersebut keluar dari jasadnya dan tercium para malaikat. Bahkan, aroma wangi dari orang meninggal seperti itu tercium pula oleh sebagian orang saleh. Dapat dipastikan, aroma wangi itu salah satunya keluar dari ruh para syuhada. Sebab, banyak sekali kabar mutawatir, baik yang klasik maupun yang modern, tentang para syuhada yang jasadnya mengeluarkan aroma wangi yang tercium orang-orang yang masih hidup. Namun, terkadang ada pula aroma wangi yang lahir dari selain para syuhada. 

 Setelah berhasil mengenggam ruh sang hamba, para malaikat langsung bertolak ke langit tertinggi. Di perjalanan, setiap berjumpa dengan kerumunan malaikat, mereka ditanya tentang bawaan ruh yang wangi sewangi minyak misik itu. Salah satu dari mereka menjawab, “Ini adalah ruh fulan bin fulan.” Tak lupa mereka menyebut nama ruh hamba itu dengan nama terbaik yang pernah mereka dengar di dunia.      Setibanya di langit dunia, para malaikat pembawa ruh meminta izin kepada para penjaga langit. Setelah diizinkan masuk, mereka pun diikuti dan diantar para malaikat di langit dunia sampai ke langit berikutnya. Begitu seterusnya, hingga di langit ketujuh. Setiba di langit ketujuh, Rabbul ‘Izzati berfirman, “Tulislah oleh kalian nama hamba-Ku ini di ‘illiyyin,” sebagimana firman-Nya dalam Al-Qur’an:

  وَمَا أَدْرَاكَ مَا عِلِّيُّونَ، كِتَابٌ مَرْقُومٌ، يَشْهَدُهُ الْمُقَرَّبُونَ 

"Tahukah kamu apakah 'Illiyyin itu? (Yaitu) kitab yang bertulis, yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah)," (QS al-Muthaffifîn [83]: 19-21).   

Maka ditulislah nama hamba tersebut pada ‘illiyyin. Lalu dikatakan kepada mereka: “Kembalikanlah dia ke bumi. Sebab, Aku berjanji kepada mereka: darinya Aku menciptakan mereka. Ke sana Aku mengembalikan mereka. Dan darinya Aku mengeluarkan mereka lagi.”

  Hal itu sebagaimana dilansir dalam Al-Qur’an: 

مِنْها خَلَقْناكُمْ وَفِيها نُعِيدُكُمْ وَمِنْها نُخْرِجُكُمْ تارَةً أُخْرى 

Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kalian dan kepadanya Kami akan mengembalikan kalian dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kalian pada kali yang lain, (QS Thaha [20]: 55). 

 Setelah melewati perjalanan langit dan namanya dicatat dalam illiyyin, ruh itu dikembalikan ke bumi dan dimasukkan lagi ke jasadnya. Sehingga, dia bisa mendengar kembali suara sandal kawan-kawannya yang berpaling meninggalkan kuburnya dan bertolak ke rumah masing-masing.

Setelah ruh itu dikembalikan ke dalam jasad yang ada di dalam kubur, maka hanya Allah yang maha mengetahui cara mengembalikannya.

Sebab, keadaan alam kubur atau alam barzakh tidak seperti keadaan di dunia. Selanjutnya, dia akan didatangi oleh dua malaikat yang berteriak keras dan kasar. Didudukkanlah hamba tersebut oleh mereka, lalu ditanya tentang empat hal. Pertanyaan pertama adalah tentang Tuhan yang disembahnya semasa di dunia. Keduanya bertanya, “Siapakah Tuhanmu?” Maka hamba itu menjawab, “Tuhanku adalah Allah.” Pertanyaan kedua adalah tentang agama yang dipeluk dan mengajarkan dirinya beribadah kepada Tuhannya. Maka hamba itu menjawab, “Agamaku adalah Islam.” Pertanyaan yang ketiga adalah tentang rasul yang diutus di tengah umat Islam dan menjadi panutannya. Maka dia akan menjawab, “Rasulku adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” Dan pertanyaan yang keempat adalah tentang amal-amalnya semasa di dunia. Maka dia akan menjawab, “Aku membaca Kitabullah, beriman kepadanya, bersedekah, dan yang lainnya.”   Pertanyaan-pertanyaan di atas mencerminkan fitnah (ujian) kubur, sekaligus fitnah terakhir yang dihadapkan kepada seorang mukmin. Saat itu, tidak berguna sedikit pun kecerdasan, tipu daya, dan cara lain untuk menyelamatkan dirinya.

Andai ada orang kafir yang menghafal jawaban-jawaban itu dengan benar di dunia, maka jawaban-jawaban tersebut tidak akan keluar sesuai dengan yang diinginkan. Sebab, orang yang diberi pertolongan untuk memberikan jawaban yang benar hanyalah orang mukmin yang ditetapkan Allah keimanan dan amal salehnya. Sehingga dia bisa menjawab dengan benar. Hal itu sejalan dengan firman-Nya: 

يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَياةِ الدُّنْيا وَفِي الْآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشاءُ

 Artinya: "Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki," (QS Ibrahim [14]: 27). 

 Di sanalah seorang hamba diuji dan diselamatkan dari ujiannya. Namun, itu semua berkat hidayah Allah dan keimanannya, sehingga bisa memberi jawaban yang benar sesuai dengan keadaannya semasa di dunia. Setelah itu, terdengar suara panggilan dari langit yang membenarkan apa yang disampaikannya, memerintah para malaikat untuk mengubah kuburannya menjadi salah satu taman surga. Lalu terdengarlah suara dari langit, “Hamba-Ku itu benar.

 Maka hamparkanlah sebuah taman dari surga untuknya. Berilah pakaian dari surga untuknya. Bukalah sebuah pintu ke surga untuknya.” Maka datanglah aroma wangi dari surga kepadanya. Dan dilapangkanlah kuburannya sejauh mata memandang. 

Hilang seruan itu, datanglah kepada hamba tersebut seorang laki-laki atau seorang yang menyerupai sosok laki-laki. Laki-laki itu berwajah tampan, berpakaian bagus, dan beraroma wangi. Kemudian, laki-laki itu menyampaikan kabar gembira yang menenangkan hatinya. Dalam hadits ditegaskan, “Datanglah kepadanya seorang laki-laki berwajah tampan, berpakaian bagus, dan bertubuh wangi. Dia berkata, ‘Gembirakanlah dirimu dengan kabar yang menenangkanmu. Gembirakanlah dirimu dengan kabar tentang keridaan Allah dan surga-surga yang berisi aneka kenikmatan abadi di dalamnya. Inilah harimu yang dijanjikan kepadamu.’” 

Sang hamba pun mencoba mencari tahu siapa sesungguhnya laki-laki yang memberikan kabar gembira kepada dirinya. Dia lalu bertanya, “Semoga Allah memberikan kabar baik kepadamu, siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah yang membawa kebaikan.” 

Namun belakangan sang hamba tahu bahwa laki-laki pembawa kabar gembira adalah amal saleh yang pernah dikerjakannya selama di dunia. Sementara harta kekayaan, keluarga, dan anaknya tak lagi di sampingnya. Yang tertinggal adalah amal baik yang membawa kabar gembira baginya, menemani dirinya dalam kuburnya. Maka sosok yang diserupakan dengan sosok laki-laki itu menjawab, “Aku adalah amal salehmu. Demi Allah, aku tidak mengetahuimu kecuali dulu engkau bergegas menaati Allah. Namun, lamban dalam melakukan kemaksiatan. Semoga Allah membalas kebaikanmu.” 

Di samping itu, Allah juga menjelaskan bagaimana keadaan yang akan dihadapi seorang hamba pada hari Kiamat, baik hamba yang mukmin maupun hamba yang kufur. Bagaimana nasib mereka kelak pada hari itu berkat keimanan dan kesalehan masing-masing. Seperti yang diungkap dalam hadits, pada hari itu, sebuah pintu dari surga akan dibukakan untuk hamba yang mukmin. 

Sesungguhnya, seorang hamba mukmin akan mengetahui sejauh mana nikmat Allah kepada dirinya. Bagaimana pula keadaannya jika tidak ditunjukkan kepada jalan Islam setelah melihat tempatnya di dalam surga kenikmatan.   Karenanya tidaklah heran, setelah melihat kenikmatan yang menanti dirinya di negeri keabadian, seorang hamba sampai meminta disegerakan Kiamat kepada Tuhannya. Tujuannya agar dirinya bisa segera menempati negeri tersebut, menikmati apa yang dijanjikan Allah di dalamnya. Maka disampaikanlah kepadanya, “Tenanglah. Segala sesuatu telah ditetapkan waktunya. Ketika waktu itu datang maka apa yang ditetapkan Allah akan terjadi pasti terjadi.”


Dianjurkan untuk mengingat mati dan mempersiapkan diri menghadap kematian …

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ

“Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan” (HR. An Nasai no. 1824, Tirmidzi no. 2307 dan Ibnu Majah no. 4258 dan Ahmad 2: 292. Hadits ini hasan shahih menurut Syaikh Al Albani). Yang dimaksud adalah kematian. Kematian disebut haadzim (pemutus) karena ia menjadi pemutus kelezatan dunia.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ : كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ : « أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا ». قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ : « أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ ».

Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaknya.” “Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?”, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259. Hasan kata Syaikh Al Albani).

Wahai diri ini yang lalai akan kematian, ingatlah faedah mengingat kematian …

[1] Mengingat kematian adalah termasuk ibadah tersendiri, dengan mengingatnya saja seseorang telah mendapatkan ganjaran karena inilah yang diperintahkan oleh suri tauladan kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

[2] Mengingat kematian membantu kita dalam khusyu’ dalam shalat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اذكرِ الموتَ فى صلاتِك فإنَّ الرجلَ إذا ذكر الموتَ فى صلاتِهِ فَحَرِىٌّ أن يحسنَ صلاتَه وصلِّ صلاةَ رجلٍ لا يظن أنه يصلى صلاةً غيرَها وإياك وكلَّ أمرٍ يعتذرُ منه

“Ingatlah kematian dalam shalatmu karena jika seseorang mengingat mati dalam shalatnya, maka ia akan memperbagus shalatnya. Shalatlah seperti shalat orang yang tidak menyangka bahwa ia masih punya kesempatan melakukan shalat yang lainnya. Hati-hatilah dengan perkara yang kelak malah engkau meminta udzur (meralatnya) (karena tidak bisa memenuhinya).” (HR. Ad Dailami dalam musnad Al Firdaus. Hadits ini hasan sebagaimana kata Syaikh Al Albani)

[3] Mengingat kematian menjadikan seseorang semakin mempersiapkan diri untuk berjumpa dengan Allah. Karena barangsiapa mengetahui bahwa ia akan menjadi mayit kelak, ia pasti akan berjumpa dengan Allah. Jika tahu bahwa ia akan berjumpa Allah kelak padahal ia akan ditanya tentang amalnya didunia, maka ia pasti akan mempersiapkan jawaban.

[4] Mengingat kematian akan membuat seseorang memperbaiki hidupnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أكثروا ذكر هَاذِمِ اللَّذَّاتِ فإنه ما ذكره أحد فى ضيق من العيش إلا وسعه عليه ولا فى سعة إلا ضيقه عليه

“Perbanyaklah banyak mengingat pemutus kelezatan (yaitu kematian) karena jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya sempit, maka ia akan merasa lapang dan jika seseorang mengingatnya saat kehiupannya lapang, maka ia tidak akan tertipu dengan dunia (sehingga lalai akan akhirat).” (HR. Ibnu Hibban dan Al Baihaqi, dinyatakan hasan oleh Syaikh Al Albani).

[5] Mengingat kematian membuat kita tidak berlaku zholim. Allah Ta’ala berfirman,

أَلَا يَظُنُّ أُولَئِكَ أَنَّهُمْ مَبْعُوثُونَ

“Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan.” (QS. Al Muthoffifin: 4). Ayat ini dimaksudkan untuk orang-orang yang berlaku zholim dengan berbuat curang ketika menakar. Seandainya mereka tahu bahwa besok ada hari berbangkit dan akan dihisab satu per satu, tentu mereka tidak akan berbuat zholim seperti itu.

Nasehat ulama ….

Abu Darda’ berkata, “Jika mengingat mati, maka anggaplah dirimu akan seperti orang-orang yang telah meninggalkanmu.”

Yang menakjubkan pula dari Ar Robi’ bin Khutsaim …

Ia pernah menggali kubur di rumahnya. Jika dirinya dalam kotor (penuh dosa), ia bergegas memasuki lubang tersebut, berbaring dan berdiam di sana. Lalu ia membaca firman Allah Ta’ala,

رَبِّ ارْجِعُونِ  لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ

“(Ketika datang kematian pada seseorang, lalu ia berkata): Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.” (QS. Al Mu’minuun: 99-100).

Ia pun terus mengulanginya dan ia berkata pada dirinya, “Wahai Robi’, mungkinkah engkau kembali (jika telah mati)! Beramallah …”



--------------------------------

Sumber

https://www.google.com/amp/s/www.islampos.com/rahasia-kematian-dalam-al-quran-64301/amp/

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kematian

https://almanhaj.or.id/2570-sakaratul-maut-detik-detik-yang-menegangkan-dan-menyakitkan.html

https://islam.nu.or.id/post/read/110179/tahapan-perjalanan-ruh-mukmin-hingga-ke-alam-barzakh

https://rumaysho.com/2822-kematian-yang-kembali-menyadarkan-kita.html

https://almanhaj.or.id/2982-mengingat-maut.html