Minggu, 22 Desember 2019
Monokrom 2# cinta ditolak
Pagi itu semua siswa sekolahan mulai berdatangan ke sekolah, begitupun dengan Zain dengan langkah yang tenang dia menuju ke sekolahnya, SMA swasta Badai Angin, sebelum sampai di gerbang sekolahnya tepatnya diatas jembatan yang menghubungkan jalan umum ke SMA swasta Badai angin, seorang siswa cewek menghentikan langkahnya.
"Kak Zain bisa bicara sebentar?" Sahut Lyla kepada Zain yang baru saja melewatinya, ketika itu Lyla berada di tepi jembatan bersandar pada pagar jembatan sambil menunggu Zain datang.
"Apa?"balas Zain sambil menoleh kebelakang dan menghentikan langkahnya, Lyla pun menghampiri Zain dan mulai berbicara kepadanya,
"maaf kak sebenarnya,,, sebenarnya aku masih belum bisa melupakan kakak" ungkap Lyla Dengan rasa malu,, "lalu ? " Jawab Zain dengan nada santai, "aku , aku suka padamu kak, jadilah pacarku" kata Lyla Dengan gugup,, "aku menolak, bukankah sudah aku bilang kalau aku tak tertarik padamu ataupun pacaran" balas Zain, " yasudah,(dengan nada kecewa), kalau begitu bolehkah kita berteman, kumohon terimalah ini " ungkap Lyla menahan rasa kecewa sambil memberikan amplop yang berisikan surat cintanya kepada Zain dengan kepala tertunduk, Zain lalu mengambil amplop tersebut dan berbalik badan "terimakasih, namun aku tidak perlu surat ini" kata Zain lalu
Membuang amplop berisikan surat Lyla tadi ke aliran air dari atas jembatan tersebut, tanpa rasa bersalah, dia perlahan melangkah menuju sekolah.
"kurang ajar, setidaknya kau baca dulu surat tersebut, pikirkan juga perasaan cewek dong!!" Teriak seorang siswa cowok kepada Zain, dan tanpa pikir panjang diapun melompat dari atas jembatan ke aliran air yang berada dibawah, beruntung airnya tidak dalam hanya sebatas mata kaki dikarenakan kemarau, Lyla terkejut dan terheran-heran melihat tingkah siswa cowok tersebut, "untung suratnya tidak basah"gumam sidik, "hei suratmu aman"teriak sidik kepada Lyla sambil melambaikan suratnya, kemudian sidik kembali keatas jembatan dan menemui Lyla "jangan kawatir akan kusampaikan suratmu kepadanya dan kupastikan dia membaca suratmu"kata sidik menenangkan Lyla, "terimakasih tapi aku sdah merasa baik"balas Lyla Dengan tenang "ok baiklh kalau begitu,, jangan lakukan macam-macam ya" kata sidik meninggalkan Lyla.
Bersambung.....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Nanggug ceritanya
BalasHapusKan masih ad lanjutan nya gan
Hapus