Selamat Datang Di Blog Saya

Kamis, 26 Desember 2019

Menggapai cita dan cinta1# kaca yang retak




Giena menangis menyaksikan pertengkaran kedua orang tuanya. “ hentikan, aku sudah muak dengan semua tingkah lakumu, kau selalu saja pulang kerja larut malam tapi apa, kau tidak bisa memberikan semua yang aku mau “ ucap yura dengan penuh amarah seraya mengarahkan ttunjuknya ke arah wajah suaminya..

“ apa maksudmu (sambil menepis tunjuk istrinya dari depan wajahnya), kau pikir selama ini aku tidak pernah memberikanmu nafkah yang cukup untukmu,, itu semua salahmu karena punya gaya hidup yang tinggi “ ( ucap dani,, yang tak lain adalah ayah dari giena).
“ ia semua yang kau beri itu tak pernah cukup malahan selalu kurng” tegas yura.
“ cukup “ ucap dani.

          Dani bertambah murka sehingga tanpa sadar ia hampir menampar wajah ibu dari anaknya itu, untung saja datanglah jiena yaitu saudari giena.
“ ayah hentikan” ucap jiena ( seraya menjauhkan tangan ayahnya dari pipi ibunya).
          Ditengah pertengkaran hebat itu, datanglah seorang pria tampan berperawakan tinggi serta berotot dan memakai settelah jas sehingga membuat penampilannya semakin sempurna.
“ apa yang kau lakukan mengapa kau memarahi kekasihku” ujar pria misterius itu.
       Mendengar perkataan itu semakin menambah tingkat keemosiaannya yang semula berada di level sedang telah pindah kelevel puncak.

“ kekasih katamu, siapa yang kau maksud itu” ucap dani sambil sedikit maju dan membuat jarak mereka semakin dekat.
“wanita yang hampir kau tampar itu adalah kekasihku “ tegas pria misterius itu.
“brengsek kau”kata dani,sambil mengarahkan tinjunya pada sebuah meja kaca disampingnya.
“ ayah, kau tidak papa” kata jiena ( sambil memegang tangan ayah tercintanya itu tapi ditepis oleh dani , sehingga membuat jiena terpental ke lantai, dan dengan cepat yura menolong jiena).
“ apa kau sudah tak waras, ka hampir mencelakai anakmu” kata yura ( sambil membantu jiera berdiri).

“ apa anakku, apa itu benar???(ujar dani, sambil tertawa),bukankah hasil dari kau dan dia.
       Yura pun meradang lalu menampar wajah suaminya itu, ia ingin mengulangnya tapi ditahan oleh laki- laki misterius tadi.
“ hahaha... cuuih (suara tawa dani diakhiri dengan membuang ludahnya kelantai),ah ini semakin elas sekarang kau pergilah bersama pria itu dan kau akan dapat banyak uang” ujar dani.
“ jika aku pergi maka anakku jug ikut pergi” tegas yura.
“baiklah jiena giena kalian pilih ibu atau ayah” tanya dani.
“ dan dengan cepat giena menjawab bahwa uia akan ikut ibunya karena ia juga memilliki sifat boros seperti ibunya,sehingga membuatnya haus harta walau masih berusia belia.
“jiena ayo kamu juga ikut ibukan” tanya yura sambil memegang tangan kecil dan halus jiena.

“pergilah jika kau ingin harta yang banyak,maka ikutlah bersamanya.
      Dengan binggung jiena meatap mata kedua orangtuanya karena mana mungkin ia harus memilih salah satu dari dua orang yang ia sayangi.
        Dengan menatap mata ayahnya jiena pun memutuskan “aku piih ayah”,kata jiena sambil melepaskan pegangan ibunya dan menghampiri ayahnya.
“tapi sayang”ujar yura.seraya melangkah laju mendekati jiena.
“sudahlah ibu !(menarik tangan ibunya agar tidak menghampiri jiena),biarkan anak bodoh ini dan kita pergi saja,,ucap giena.

“kau sudah mengusirnya berarti ia sekarang sudah menjadi milikku”ucap pria misterius itu.

      Kemudian giena,yura serta lelaki itu pun pergi.

bersambung......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar